Home » » Laporan Pengamatan Sel Bawang Merah dan Peristiwa Osmosis Pada Kentang

Laporan Pengamatan Sel Bawang Merah dan Peristiwa Osmosis Pada Kentang

Written By verry_fikasi on Jumat, 28 Februari 2014 | 01.08.00









Nama               : verry firdhaus
Kelas                 : XI IA 1
No.Absen        : 11


SMA NEGERI 1 KARANGGEDE TAHUN PELAJARAN 2013/2014


TUJUAN PERCOBAAN
a.       Mengamati sel pada bawang merah.
b.      Mengamati peristiwa osmosis pada kentang
DASAR TEORI
        Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme, namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi.
Beberapa ahli telah mencoba menyelidiki tentang struktur dan fungsi sel, dan kemudian muncullah beberapa teori tentang sel. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali penemuan mikroskop yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel. Berbagai penelitian para ahli biologi, antara lain seperti berikut.
1.      Robert Hooke (1635-1703)
Ia mencoba melihat struktur sel pada sayatan gabus di bawah mikroskop. Dari hasil pengamatannya diketahui terlihat -rongga yang dibatasi oleh dinding tebal. Jika dilihat secara keseluruhan, strukturnya mirip sarang lebah. Satuan terkecil dari rongga tersebut dinamakan sel.
2. Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann (1810-1882)
Mereka mengamati sel-sel jaringan hewan dan tumbuhan. Schleiden mengadakan penelitian terhadap tumbuhan. Setelah mengamati tubuh tumbuhan, ia menemukan bahwa banyak sel yang menyusun tubuh tumbuhan. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tumbuhan adalah sel. Schwann melakukan penelitian terhadap hewan. Ternyata dalam pengamatannya tersebut ia melihat bahwa tubuh hewan juga tersusun dari banyak sel. Selanjutnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tubuh hewan adalah sel. Dari dua penelitian tersebut keduanya menyimpulkan bahwa sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup.
3.Robert Brown
Pada tahun 1831, Brown mengamati struktur sel pada jaringan tanaman anggrek dan melihat benda kecil yang terapung-apung dalam sel yang kemudian diberi nama inti sel atau nukleus. Berdasarkan analisanya diketahui bahwa inti sel selalu terdapat dalam sel hidup dan kehadiran inti sel itu sangat penting, yaitu untuk mengatur segala proses yang terjadi di dalam sel.
4. Felix Durjadin dan Johannes Purkinye
Pada tahun 1835, setelah mengamati struktur sel, Felix Durjadin dan Johannes Purkinye melihat ada cairan dalam sel, kemudian cairan itu diberinya nama protoplasma.
5. Max Schultze (1825-1874)
Ia menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar fisik kehidupan. Protoplasma merupakan tempat terjadinya proses hidup.
Dari pendapat beberapa ahli biologi tersebut akhirnya melahirkan beberapa teori sel antara lain:
a. sel merupakan unit struktural makhluk hidup;
b. sel merupakan unit fungsional makhluk hidup;
c. sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup;
d. sel merupakan unit hereditas.

Alat dan bahan
Sebelum melakukan praktikum terlebih dahulu kita mempersiapkan alat dan bahan untuk mendukung dalam pengamatan sel. Alat dan bahan yang dipersiapkan diantaranya:
1)      Alat
·         Cutter/silet/pisau
·         Mikroskop (untuk pengamatan sel)
·         Kaca preparat (untuk pengamatan sel)
·         Kaca penutup (untuk pengamatan sel)
2)      Bahan
·         Bawang merah(untuk pengamatan sel)
·         3 buah kentang(untuk pengamatan osmosis)
·         Air tawar(untuk pengamatan sel + osmosis)
·         Air gula(untuk pengamatan osmosis)
·         Air garam(untuk pengamatan osmosis)
Cara kerja
v  Pengamatan sel bawang merah
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2.      Kupas kulit terluar dari bawang merah
3.      Sayat kulit bawang dengan hati-hati menggunakan cutter/silet sehingga menghasilkan sayatan yang paling tipis
4.      Menyiapkan mikroskop dan mencari pencahayaan yang paling terang.
5.      Letakkan epidermis bawang merah pada objek glass dan menetesi menggunakan air kurang lebih 2-4 tetes.
6.      Tutup dengan cover glass dengan hati-hati agar tidak ada gelembung di dalam epidermis yang sudah tertutup,jika masih ada gelembung maka coba buka kembali.
7.      Amati pada mikroskop dengan dengan pembesaran lemah lalu pembesaran kuat.
8.      Gambarlah hasil pengamatanmu dan berikan keterangan.
v  Pengamatan osmosis pada kentang
1. Kupas kentang dengan pisau
2. Potong kentang, menjadi 3 bagian yang sama ukurannya  dan  beratnya
3. Timbang dengan neraca
4. Siapakan 3 gelas yang berisi air mineral, larutan garam, dan larutan gula dengan ukuran yang sama
5. Setelah di timbang,, masukan kentang kedalam gelas (masing-masing gelas 1 kentang)
6. Tunggu selama 45 menit
7. (setelah 45 menit) perhatikan perbedaan antara kentang yang ada

Hasil Pengamatan dan Pembahasan
I.            Pengamatan sel pada bawang merah
Bentuk sel bawang merah seperti balok yang disusun miring. Sel epidermis bawang merah termasuk sel hidup karena sel bawang merah mempunyai inti sel,mempunyai cairan didalamnya dan ada aktivitas yang terjadi di dalamnya seperti pertukaran zat dalam sel.Cairan yang ada di dalam sel epidermis bawang merah disebut nukleoplasma.Fungsi cairan nukleoplasma adalah untuk melindungi vakuola. Bawang merah mempunyai struktur yang lebih lengkap dibandingkan sel mati,yaitu memiliki inti sel,dinding sel,kloroplas,membran sel,dan sitoplasma. Sel bawang merah berwarna merah muda,hal ini disebabkan karena bawang merah mengandung plastid yang menghasilkan kloroplas. Adapun epitel pada bawang merah mempunyai tiga bagian yaitu  membran plasma,inti sel,dan sitoplasma. Sel pada bawang merah dan epitel mempunyai  peran yang penting dalam kelangsungan hidup .

Gambar sel bawang merah.
http://4.bp.blogspot.com/-4aBdZJhhFcc/UFHs0ttX_OI/AAAAAAAAADs/-oEjUyWP6c8/s200/bawang+merah.jpg

II.            Pengamatan osmosis pada kentang
No.
Perlakuan
Hasil pada kentang
1.
Kentang + air mineral
Segar,warnanya sama, bentuk tetap teksturnya keras,ukurannya tetap
2.
Kentang + larutan garam
Mengkerut,warnanya kehitaman, teksturnya lembek dan lentur ,ukurannya menjadi berkurang.
3.
Kentang + larutan gula
Warnanya kuning kecoklatan,teksturnya lembek  dan lebih besar dari ukuran sebelumnya

v  Kentang yang direndam dalam larutan gula
Kentang mengalami perubahan warna,tekstur,dan ukuran. Di bagian dalam kentang masih keras tetapi bagian luarnya melembek.Ukuran kentang yang semula memiliki panjang 3 cm,lebar 2 cm, dan tinggi 1 cm setelah direndam dalam larutan gula ukurannya menjadi berkurang  sehingga panjangnya menjadi 2,8 cm,lebar 1,8 cm, dan tingginya menjadi 8 mm serta kentangnya mengalami perubahan warna menjadi kuning kecoklatan yang semulanya berwarna kuning.Hal ini terjadi karena larutan gula bersifat hipertonik terhadap kentang.
v  Kentang yang direndam dalam larutan garam
Kentang mengalami perubahan warna,tekstur dan ukuran.Tekstur kentang menjadi lembek dan lentur yang semulanya keras.Warna kentang menjadi kehitaman yang semula berwarna kuning,hal ini terjadi karena larutan garam bersifat hipertonik.Ukuran kentang( ukuran mula-mula sama ) menjadi bertambah sehingga panjangnya menjadi 3,1 cm,lebar 2,1 cm,dan tingginya 1,1 cm.
v  Kentang yang direndam dalam air tawar
Kentang tidak mengalami perubahan warna.Tekstur kentang menjadi keras.Ukurannya tetap.Hal ini disebabkan karena larutan air(H2O) bersifat hipotonik.

Kesimpulan
Dari pengamatan sel pada bawang merah dapat disimpulkan bahwa bentuk sel bawang merah seperti balok yang disusun miring.Sel pada bawang merah disebut sel hidup. Suatu sel dikatakan hidup apabila mengandung protoplasma yang mencakup sitoplasma yang berisi organel-organel seperti inti sel,plastida,mitokondria,ribosom,retikulum endoplasma,diktiosom dan mikrobodi.
Osmosis menjelaskan bagaimana larutan dapat ditransportasikan ke dalam dan keluar sel.Selain itu kesimpulan yang didapat dari praktikum tersebut adalah perubahan warna,tekstur,dan ukuran pada setiap potongan kentang yang telah terendam pada setiap larutan yang berbeda-beda.
Saran
Setiap pengamatan harus dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kepada pengamat dalam menggunakan mikroskop, disarankan agar lebih teliti saat melakukan percobaan agar tidak terdapat gelembung udara yang dapat mempersulit pengamatan. Sebelum kegiatan praktikum, sebaiknya alat dan bahan yang  akan digunakan disiapkan terlebih dahulu agar praktikum dapat berjalan dengan baik dan tidak terhambat.
Dalam proses pengamatan objek menggunakan mikroskop pengaturan fokus dan pengaturan cahaya sebaiknya dilakukan dengan pelan-pelan dan dilakukan dengan tepat. Hal ini bertujuan agar mendapatkan hasil yang tepat dan akurat.Dalam pengamatan maupun penelitian diharapkan si pengamat mempunyai jiwa pantang menyerah dan ingin tahu,karena hal itu menjadi sebuah kunci keberhasilan dalam melakukan penelitian.
Daftar Pustaka
*      1. MGMP Kab.Boyolali.BIOLOGI UNTUK SMA/MA KELAS XI SEMESTER GASAL. Boyolali : Putra    Angkasa
*      Syamsuri, Istamar, dkk. 2007. BIOLOGI UNTUK SMA KELAS X SEMESTER 1. Jakarta : Erlangga.
*      Maryati, Sri, dkk. 2007. BIOLOGI UNTUK SMA KELAS X. Jakarta : Erlangga.
*      Aryulina, Diah, dkk. 2010. BIOLOGY for Senior High School Grade XI Semester 1. Jakarta : Erlangga.
*      www.wikipedia.com

Share this article :

0 komentar:

VISITORS

Flag Counter

Arsip Blog

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BELAJAR ILMU SMANSAKA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger