Home » » 4 CONTOH BAGAN PERTANDINGAN DAN JADWAL PERTANDINGAN LENGKAP

4 CONTOH BAGAN PERTANDINGAN DAN JADWAL PERTANDINGAN LENGKAP

Written By verry_fikasi on Kamis, 27 Maret 2014 | 06.38.00

4 CONTOH BAGAN PERTANDINGAN DAN JADWAL PERTANDINGAN LENGKAP



A.BAGAN PERTANDINGAN


1. Sistem Gugur
a. Pengertian Sistem Gugur
Sistem gugur ialah tatacara pelaksanaan pertandingan yang menetapkan bahwa peserta yang telah kalah pada babak pendahuluan atau babak sebelumnya tidak berhak mengikuti pertandingan
mengikuti pertandinga
 tahap selanjutnya. Sebagai contoh, sebuah regu atau Seorang pemain yang telah kalah dalam babak penyisihan tidak bisa bertanding pada babak selanjutnya. Hasil akhir yang diperoleh ialah peraih gelar juara, pertama dan, kedua ditentukan dalam babak akhir. Bahkan juga ditetapkan juara ketiga dan keempat sesuai dengan kebutuhan.
Beberapa ciri sistem gugur ialah sebagai berikut.
1)       Yang kalah tidak berhak mengikuti pertandingan babak berikutnya.
2)         Pemenang lawan pemenang.
3)       Peserta yang tak terkalahkan sebagai juara pertama.
4)         Peserta yang kalah satu kali sebagai juara kedua.
Keuntungan memakai sistem gugur ialah:
1)       Peserta pertandingan banyak.
2)       Menghemat waktu dan biaya.
Kelemahan sistem gugur ialah:
1)         Peserta yang sama kuat bisa bertemu pada babak pendahuluan.
2)         Peserta yang sangat kuat berhadapan dengan yang sangat lemah.
3)         Peserta yang maju ke babak berikutnya belum tentu tergolong peserta yang berprestasi.
b. Bagan Pertandingan
Untuk menentukan siapa saja yang berhadapan dalam satu kesempatan, maka perlu disusun bagan pertandingan. Yang perlu diperhatikan ialah tatacara membuat bagan. Seperti contoh tersebut, terdapat delapan peserta. Karena jumlahnya delapan, maka mudah bagi kits menyusun bagan yang dimaksud.
Cara menyusunnya sebagai berikut.
1)         Tulislah nomor urut 1-8 atau tulislah dalam huruf besar, umpamanya A - H.
2)         Hubungkan kedua nomor atau huruf yang berdekatan dengan membuat garis sejajar dan garis tegak penghubung kedua garis sejajar itu.
3)      Nomor urut atau huruf pada sebelah kiri bagan digunakan sebagai nomor undian untuk menentukan siapa yang Baling berhadapan.
 
Tahap penting dalam penyusunan bagan ialah penentuan peserta. Tatacara yang biasa dilakukan yaitu dengan pengacakan, untuk itu digunakan undian. Proses pelaksanaannya sebagai berikut.
1)         Buat kertas kecil (misalnya: berukuran 3 x 4 cm).
2)         Tulis nomor undian pada kertas itu. Selanjutnya, gulung kertas itu agar nomor undiannya tidak nampak.
3)         Masukkan gulungan kertas ke dalam suatu wadah.
4)         Kocok gulungan kertas.
5)         Satu persatu peserta mengambil gulungan kertas.
6)         Nomor yang terpilih oleh peserta menunjukkan kedudukannya dalam bagan. sebagai contoh, jika tim SMA 1 jatuh pada undian nomor 1 dan SMA 8 jatuh pada nomor 2, maka kedua kesebelasan ini akan berhadapan pada babak pendahuluan.
Setelah diketahui siapa berhadapan dengan siapa, maka nama peserta ditulis pada bagan itu. Selanjutnya agar bagan itu memberikan informasi yang lengkap, sebaiknya pada bagan dicantumkan waktu dan tempat pertandingan. Setelah usai pertandingan, hasilnya ditulis pada bagan itu.
Jika kita kembali pada contoh tadi, maka mudah bagi kita untuk menulis bagan. peserta nomor I berhadapan dengan nomor 2 dan nomor 3 berhadapan dengan nomor 4, begitulah seterusnya. Pemenang berikutnya sebanyak 4 peserta Baling berhadapan, sampai kemudian yang tampil pada babak akhir yaitu dua peserta untuk memperebutkan gelar juara pertama dan kedua.
Kadangkala orang mengalami kesulitan dalam menulis bagan pertandingan. Untuk mengatasi hal itu, perlu memahami prinsip penyusunan bagan sistem gugur. Prinsip itu ialah sebagai berikut:
1)         jumlah pertandingan yaitu n - 1; (n = jumlah peserta). Oleh karena itu, jika pesertanya 8, maka jumlah pertandingan ialah 8 - 1 = 7.
2)         Bagan ditetapkan berdasarkan ketentuan yakni jumlah peserta habis dibagi dua. Seperti contoh tadi, 8 : 2 = 4, dan 4 : 2 = 2, begitu seterusnya. Tetapi bagaimana jika terdapat tujuh peserta sehingga jumlahnya tidak sama dengan kelipatan dua.
C. sistem Gugur dengan Bye
Untuk mengatasi masalah dalam contoh terdahulu, digunakan sistem gugur dengan bye. Prinsip utama sistem ini sama dengan sistem gugur murni. Namun pada babak pertama ditetapkan peserta berstatus bye atau semu agar jumlah peserta sama dengan jumlah kelipatan dua. Seperti contoh, karena pesertanya tujuh, maka ditetapkan satu bye. siapa peserta yang memperoleh lawan semu dalam bagan ditentukan dengan undian. penentuan kedudukan setiap peserta semuanya berdasarkan hasil undian.
Keuntungan sistem gugur dengan bye sama dengan keuntungan sistem gugur murni. Kelemahan­nya, terutama dalam hal kesempatan bagi regu atau peserta yang lemah untuk maju ke babak berikutnya, karena secara kebetulan dia terkena bye berdasarkan hasil undian. penyusunan bagan sama dengan sistem gugur murni.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun bagan sebagai berikut.
1)         Buatlah bagan dengan penempatan nomor (1-8 seperti dalam contoh).
2)         Tempatkan bye pada kedudukan ke-2.
3)         Kedudukan peserta dalam bagan ditentukan berdasarkan undian. Hasil undian Selanjutnya ditulis dalam bagan.
 
 Jika terdapat 16 peserta dan 4 bye, penempatannya sebagai berikut.
1)          Bye pertama diletakkan pada kedudukan ke-2.
2)          Bye kedua pada kedudukan ke-7.
3)          Bye ketiga pada urutan ke-10.
4)          Bye keempat jatuh pada urutan ke-15.
Jika hanya terdapat satu bye, biasanya ditempatkan pada kedudukan ke-2. Contoh penempatan bye lebih dari satu seperti dalam gambar berikut
 
d. Sistem Gugur dengan Seeded
Apa yang dimaksud dengan seeded' Seperti halnya dalam kejuaraan Piala Dunia 1998, beberapa tim diperlakukan sebagai seeded, umpamanya juara bertahan Brasil dan tuan rumah Perancis. Kedua tim ditempatkan dalam kelompok terpisah. Siapa tim, yang menyertainya dalam kelompok masing­masing ditentukan dengan undian.
Berdasarkan contoh itu kiranya jelas, seeded dimaksudkan untuk mencegah agar jangan sampai beberapa peserra yang dinilai kuat berjumpa pada babak pendahUluan. Tatacara ini juga dimaksudkan untuk menjamin agar yang muncul pada babak berikutnya benar-benar peserta berprestasi, bukan karena keberuntungannya.
Untuk itu dibutuhkan kriteria dalam menetapkan peserta seeded. Yang digunakan biasanya reputasi atau prestasi (misalnya juara nasional, juara bertahan) atau acuan lainnya seperti status sebagai tuan rumah. Tidak seperti pemakaian sistem gugur murni, peserta yang tergolong seeded ditetapkan sebelum began lengkap tersusun. Bahkan sejak jauh hari atau sebelum undian, sudah dikomunikasikan siapa peserta seeded itu.
Keuntungan menggunakan sistem seeded sebagai berikut.
1)         Pertandingan tidak memakan waktu lama.
2)         Hemet biaya, tenaga dan peralatan.
3)         Peserta te.balk berpeluang banyak untuk keluar sebagai juara.
Kelernahan sistem seeded sebagai berikut.
1)         Peserta yang lemah hampir dapat dipastikan akan kalah dari peserra seeded, meskipun bisa terjadi kejutan.
2)         Tak ada kemungkinan bagi setiap peserra untuk berhadapan, karena sebelumnya telah ditentukan peserta seeded.
Beberapa hat yang perlu diperhatikan dalam penerapan sistem seeded sebagai berikut.
1)         Bila hanya satu seeded, tempatkan pada urutan terbawah.
2)         Bila ada dua peserta seeded, masing-masing ditempatkan pada kedudukan teratas dan terbawah.
3)         Bila jumlah seeded lebih dari dua, tempatkan peserta itu dengan jarak tiga angka dari seeded pertama dan tiga angka dari seeded terakhir.
e. Sistem Gugur dengan Ronde pendahuluan
Sistem gugur dengan ronde pendahuluan ialah penyelenggaraan pertandingan antara. - peserta sebelum babak pertama bagi semua peserta. Pemenang pertandingan babak pendahL: selanjutnya berhak mengikuti babak berikutnya. Tatacara ini merupakan proses saringan bagi peserta tertentu.
Tujuan utama penyelenggaraan ronde pendahuluan ialah mengurangi jumlah peserta babak pertama. jika misalnya jumlah peserta. sebanyak 10 orang sedangkan angka patokan lebih kecil dari jumlah peserta ialah delapan, maka harus menggugurkan dua. peserta. seperti disinggung pada awal bab ini, angka patokan berupa kelipatan angka dua ialah 2, 4, 8, 16, 32 dan seterusnya.
Dalam gambar berikut nampak bahwa, dua. peserta harus digugurkan. Pemenang pertandinga-. babak pendahuluan itu berhak maju ke babak pertama, hingga seterusnya diperoleh juara pertama dan kedua. Keuntungan terutama dalam hal penciutan jumlah peserta yang bertanding dalam babak pertama. seperti halnya sistem gugur lainnya, sistem gugur ronde pendahuluan menekankan penghematan waktu, biaya, clan fasilitas pertandingan.
Tentu saja ada. kelemaha.inya. Beberapa peserta memperoleh keuntungan jika kebetulan tidak terpilih sebagai peserta yang harus mengikuti ronde pendahuluan. Penentuannya berdasarkan undian. Kesulitan lain yang dihadapi jika jumlah peserta melebihi angka patokan clan tergolong besar. Misalnya saja, jika peserta. sebanyak 25 dan angka patokan di bawah jumlah itu 16 maka yang harus digugurkan sebanyak 9 peserta. Tentu saja dalam penyelenggaraannya memerlukan waktu, biaya clan tenaga.

 
2. Sistem Kompetisi
Berbecla dengan sistem gugur, sistem kompetisi memberikan kesempatan bagi setiap peserta untuk Baling berhadapan. Dua jenis kompetisi yang lazim dipakai ialah, kompetisi penuh dan setengah kompetisi. Dalam kompetisi penuh setiap peserta berhadapan dua kali sedangkan

e. Sistem Gugur dengan Ronde Pendahuluan
Sistem gugur dengan ronde pendahuluan ialah penyelenggaraan pertandingan antara beberapa peserta sebelum babak pertama bagi semua peserta. Pemenang pertandingan babak pendahuluan itu selanjutnya berhak mengikuti babak berikurnya. Tatacara ini merupakan proses saringan bagi sejumlah peserta tertentu.
Tujuan utama penyelenggaraan ronde pendahuluan ialah mengurangi jumlah peserta pada babak pertama. jika misalnya jumlah peserta sebanyak I 0 orang sedangkan angka patokan yang lebih kecil dari jumlah peserta ialah delapan, maka harus menggugurkan dua peserta. Seperti telah disinggung pada awal bab ini, angka patokan berupa kelipatan angka dua ialah 2, 4, 8, 16, 32 dan seterusnya.
Dalam gambar berikut nampak bahwa dua peserta harus digugurkan. Pemenang pertandingan babak pendahuluan itu berhak maju ke babak pertama, hingga seterusnya diperoleh juara pertama dan kedua. Keuntungan terutama dalam hal penciutan jumlah peserta yang bertanding dalam babak pertama. Seperti halnya sistem gugur lainnya, sistem gugur ronde pendahuluan menekankan penghematan waktu, biaya, dan fasilitas pertandingan.
Tentu saja ada kelemaha.inya. Beberapa peserta memperolch keuntungan jika kebetulan tidak terpilih sebagai peserta yang harus mengikuti ronde pendahuluan. Penentuannya berdasarkan undian. Kesulitan lain yang dihadapi jika jumlah peserta melebihi angka patokan dan tergolong besar. Misalnya saja, jika peserta sebanyak 25 dan angka patokan di bawah jumlah itu 16 maka yang harus digugurkan sebanyak 9 peserta. Tentu saja dalam penyelenggaraannya memerlukan waktu, biaya dan tenaga.
B.JADWAL PERTANDINGAN


Peraturan Pertandingan Komahi Futsal Cup
A.     SISTEM PERTANDINGAN
1.      Pertandingan menggunakan sistem gugur. Peserta yang kalah dalam setiap pertandingan akan langsung tersingkir dari pertandingan.
2.      Waktu pertandingan 2 x 10 menit dengan waktu istirahat 5 menit.
B.      TATA TERTIB PERTANDINGAN
1.      Setiap tim wajib hadir dan siap bertanding 15 menit sebelum jadwal pertandingan.
2.      Setiap tim wajib melakukan daftar ulang sebelum pertandingan dimulai.
3.      Bagi pemain yang tidak memenuhi syarat untuk bertanding, tidak dapat mengikuti pertandingan hingga pemain yang bersangkutan memenuhi persyaratan.
4.      Apabila salah satu tim tidak hadir dan/atau tidak siap bertanding dalam waktu 10 menit dari jadwal yang telah ditentukan, maka tim lawan dinyatakan menang walk out dengan skor 3-0 serta uang jaminan tidak akan dikembalikan.
5.      Apabila terjadi penundaan pertandingan yang diakibatkan oleh kesalahan peserta/tim yang akan bertanding, maka durasi pertandingan akan dipotong sesuai dengan waktu yang tertunda.
C.      PERLENGAKAPAN PERTANDINGAN
1.      Setiap tim WAJIB menggunakan seragam tim dan mencantumkan nomor punggung. Setiap pemain wajib menggunakan kaos kaki panjang (kaos kaki sepak bola) dan sepatu futsal.
2.      Setiap pemain WAJIB menggunakan pelindung tulang kering. Yang tidak menggunakan dilarang mengikuti pertandingan.
3.      Penjaga gawang diharapkan menggunakan sarung tangan dan kostum yang berbeda warna dengan pemain lainnya.
4.      Seluruh pemain dilarang mengenakan aksesoris (kalung, gelang, cincin, dsb) yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pemain lainnya.
5.      Apabila terdapat kesamaan warna seragam antara kedua tim yang akan bertanding hingga susah dibedakan, maka salah satu tim harus menggunakan rompi yang disediakan panitia.
6.      Pelanggaran terhadap kelengkapan pertandingan akan dikenakan sanksi, baik teguran maupun kartu kuning/merah.
D.     PESERTA PERTANDINGAN
1.      Setiap tim terdiri dari 10 orang (5 pemain inti, 5 pemain cadangan).
2.      Pemain yang dapat bertanding hanya yang terdaftar dalam tim saat technical meeting.
3.      Pemain yang telah terdaftar dan/atau bermain di salah satu tim tidak dapat bermain di tim lainnya.
4.      Pertolongan pertama bagi pemain yang mengalami cidera menjadi tanggung jawab tim medic yang bersangkutan dibantu oleh panitia. Panitia akan menyediakan transportasi apabila diperlukan tindakan medis lebih lanjut.
E.      SANKSI DAN DENDA PERTANDINGAN
1.      Setiap tim wajib menyerahkan uang jaminan sebesar Rp. 50.000,00, bersamaan dengan daftar pemain kepada panitia ketika Technical Meeting.
2.      Uang jaminan akan dikembalikan setelah tim yang bersangkutan tersingkir dari turnamen, setelah dikurangi denda akumulasi kartu yang diterima. Apabila akumulasi denda melebihi uang jaminan, maka tim tersebut wajib membayar sesuai dengan jumlah dendanya.
3.      Besarnya denda untuk kartu kuning sebesar Rp. 5.000,00, kartu merah Rp. 10.000,00.
4.      Protes mengenai peraturan pertandingan hanya akan diterima panitia dalam bentuk tulisan selambat-lambatnya 15 menit setelah pertandingan selesai, dengan menyerahkan uang protes sebesar Rp. 10.000,00. Apabila protes diterima maka uang protes akan dikembalikan penuh, apabila ditolak maka uang protes tidak akan dikembalikan.
5.      Apabila salah satu tim (baik pemain, official, maupun suporter) membuat keributan dan perkelahian selama pertandingan dan mengganggu jalannya pertandingan, maka tim tersebut akan diproses secara jalur kekeluargaan tetapi jika masih terjadi kekeributan maka akan diserahkan ke kepolisian untuk di proses sesuai jalur hukum dan dinyatakan WO jika terbukti bersalah.
F.       KETENTUAN KHUSUS
1.      Setiap peserta wajib menjunjung tinggi sportifitas.
2.      Setiap peserta wajib menghormati wasit, panitia, supporter/penonton, dan lawan.
3.      Keputusan wasit bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat.
4.      Hal-hal lain yang belum diatur dalam peraturan pertandingan dan berkaitan dengan Turnamen Komahi Futsal Cup, akan ditentukan kemudia dengan mengacu pada peraturan PSSI dan FIFA serta ketentuan dari panitia Komahi Futsal Cup.
Share this article :

VISITORS

Flag Counter

Arsip Blog

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BELAJAR ILMU SMANSAKA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger